Martir
Takdir
Apakah matahari
besok masih membawa semangat dan harapan?
Apakah sinar bulan bulan besok masih memancarkan
keramahannya?
Seperti jalan panjang inferno dante dan virgil
Begitulah masa depan
Akankah masa depanku akan datang?
Masa depan yang aku harap akan sama dengan kumpulan
rencan buatan tangan
Masa depan yang kita tidak tahu kan seperti apa
Berharap waktu akan mempercepat segala prosesnya
Kadangkala harapan tidak pernah sinkron dengan
kenyataan
Tapi kita manusia dilahirkan untuk menentang takdir
Kapan pemahaman pernah menang dari mekanisme
penyangkalan?
Harapan berlandaskan pada kepercayaan itu, bernama
cinta
Hakikat cinta
dan masa depan siapa yang tahu?
Wahai takdir persiapkan dirimu
Darah ini kan kuteteskan dibumi tuk menentangmu
Biarkan aku jadi martir seperti ikarus dan promoteus
Dengan alunan musik
simple plan feat taka one ok rock – summer paradise, kutulis puisi ini masih
untuk
SJ
Denpasar, 17 Januari 2014 : 01.13 WITA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar