Kamis, 16 Januari 2014

Puisi 2

Martir Takdir

Apakah  matahari besok masih membawa semangat dan harapan?
Apakah sinar bulan bulan besok masih memancarkan keramahannya?
Seperti jalan panjang inferno dante dan virgil
Begitulah masa depan

Akankah masa depanku akan datang?
Masa depan yang aku harap akan sama dengan kumpulan rencan buatan tangan
Masa depan yang kita tidak tahu kan seperti apa
Berharap waktu akan mempercepat segala prosesnya

Kadangkala harapan tidak pernah sinkron dengan kenyataan
Tapi kita manusia dilahirkan untuk menentang takdir
Kapan pemahaman pernah menang dari mekanisme penyangkalan?
Harapan berlandaskan pada kepercayaan itu, bernama cinta

Hakikat  cinta dan masa depan siapa yang tahu?
Wahai takdir persiapkan dirimu
Darah ini kan kuteteskan dibumi tuk menentangmu
Biarkan aku jadi martir seperti ikarus dan promoteus

Dengan alunan musik simple plan feat taka one ok rock – summer paradise, kutulis puisi ini masih untuk 
SJ

Denpasar, 17 Januari 2014 : 01.13 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar